Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 26 Januari 2015

BAB 14 : Bisnis Internasional





Hakikat Bisnis Internasional

 Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan antara negara yang satu dengan negara yang lain. Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, bentuk dan sebagainya.Transaksi bisnis dilakukan oleh suatu perusahaan dalam satu negara dengan perusahaan lain atau individu di negara lain di sebut pemasaran Internasional atau internasional marketing. Pemasaran internasional inilah yang kadang di arikan sebagai bisnis internasional, meskipun pada dasarnya ada dua pengertian.

 a. Perdagangan Internasional
 Perdagangan internasional merupakan transaksi antar negara yang biasanya di lakukan dengan ekspor dan impor. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan pendapatan suatu negara. Perdagangan internasional juga sangat berperan dalam suatu negara untuk mendorong industrialisasi, kemajuan internasional, dan kehadiran perusahaan multinasional. Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya perdagangan Intenasional :
- Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
- Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negera
- Adanya kelebihan dan kekurangan kualitas produk dalam negeri
- Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengelola sumber daya ekonommi.
- Adanya perbedaan sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya dan penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan hasil produksi.
- Adanya selera yang sama terhadap suatu barang
- Keinginan membuat kerja sama,hubungan politik dan dukungan dari negara lain.

Dampak Positif Perdagangan Internasional :
- Saling membantu memenuhi kebutuhan antar negara
- Meningkatkan produktivitas usaha
- mengurangi jumlah pengangguran
- Menambah pendapatan dan devisa negara

Dampak Negatif Perdagangan Internasional :
- Adanya ketergantungan terhadapa barang-barang impor
- Mematikan usaha-usaha kecil
- masyarakat menjadi komsumtif


b. Pemasaran Internasional
 Pemasaran internasional merupakan keadaan suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain, perusahaan lain atau masyarakat umum di luar negeri. Pemasaran internasional merupakan penerapan konsep, prinsip, aktivitas dan proses manajemen pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa perusahaan kepada konsumen di berbagai negara. Transaksi bisnis Internasional pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi ke luar negeri. Dalam hal semacam ini maka para pengusaha terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena  tidak ada transaksi ekspor dan impor.
 Pengertian perdagangan internasional dengan pemasaran internasional sering di anggap sama, namun pada kenyataannya ada perbedaan utama yang terletak pada perlakuan di mana perdagangan internasional dilakukan oleh negara sedangkan pemasaran internasional adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Di samping itu pemasaran internasional menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif daripada perdagangan internasional.

Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional

 Ada beberapa alasan untuk melaksanakan bisnis internasional, di antaranya adalah:
1. Masalah mobilitas faktor produksi, faktor produksi terdiri dari tanah, tenaga kerja, barang modal dan keterampilan
2.Monilitas mengandung suatu arti pergerakan, sehingga yang di maksud di sini adalah pergerakan faktor produksi dari suatu negara ke negara lain.
3. Masalah-masalah negara yang berdaulat, adanya kedaulatan menyebabkan perbedaan antara bea masuk dengan bea impor suatu negara
4. Masalah Transpor Cost, Ongkos angkut dari pabrik ke pasar meninggikan harga suatu barang. Ongkos penganggutan barang ekspor harus dimasukkan dalam perhitungan biaya agar harga yang di peroleh untuk komoditi ekspor tersebut sesuai.

a. Keunggulan Absolute
 Setiap negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional karena melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak. Ha ini tentu akan di capai jika tidak ada negara lain yang dapat menghasilkan produk tersebut sehingga negara itu menjadi satu-satunya negara penghasil yang pada umumnya oleh kondisi alam yang di milikinya, seperti tambang, perkebunan, pertanian, kehutanan dan sebagainya. Di samping kondisi alam, keunggulan absolut juga dapat di peroleh dari suatu negara yang mampu memproduksi suatu komoditi yang paling murah di antara negara - negara lainnya. Keunggulan semacam ini umumnya tidak akan berlangsung lama karena kemajuan teknologi sehingga akan dengan cepat mengatasi proses produksi yang cepat dan ongkos yang lebih murah.

b. Keunggulan Komperatif
 Perdagangan Internasional terjadi apabila terjadi keunggulan komperatif antar negara. Keunggulan komperatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya. Suatu negara pada umumny akan mengkonsentrasikan untuk berproduksi dan mengekspor dan komoditi yang mana dia memiliki keunggulan komperatif yang lebih baik dan kemudian mengimpor komoditi yang mana mereka mempunyai keunggulan komperatif yang jelek dan terburuk.

c. Potensi Pasar Internasional
 Potensi pasar internasional di tentukan oleh beberapa macam, yaitu : struktur penduduk, daya beli serta pola konsumsi masyarakat yang di berlakukan untuk negara lain.

Tahap- Tahap Memasuki Bisnis Internasional 

 Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat, atau melibatkan diri secara bertahap, dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang kompleks dan mengandung resiko bisnis yang tinggi. Tahapan tersebut sebagai berikut :
a. Ekspor Insidentil/tahap awal, terjadi pada saat kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang lalu mengirimnya ke negaranya
b. Ekspor aktif, tahapan berikutnya berkembang dan terjalin hubungan bisnis yang rutin
c. Penjualan Lisensi, tahapan berikutnya negara pendatang akan menjual lisensi atau merek dari negaranya kepada negara penerima. Dalam tahap ini yang di jual adalah lisensi atau merek nya saja sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya.
d. Franchising, tahapan berikutnya lebih aktif yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja.Akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran produksi, Pengendalian mutu, pengawasan mutu, serta bentuk pelayanannya.
e. Pemasaran di luar negeri, tahapan ini memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang haruslah secara aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya
f. Produksi dan pemasaran di luar negeri, pada tahapan akhir ini, perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan lengkap dengan segala modalnya, lalu melakukan proses produksi dan menjualnya di negara tersebut. tahapan ini memiliki unsur positif bagi negara berkembang karena negara penerima tidak perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut.

Hambatan Dalam Memasuki Bisnis Internasional

 Dalam menjalankan bisnis internasional tentu akan mengalami hambatan daripada pasar domestik. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kali menghambat transaksi bisnis internasional. Ada beberapa hambatan dalam memasuki bisnis internasional, yaitu :
 a. Batasan Perdagangan Dan Bea Masuk, Barang-barang dari luar negeri akan di kenakan tarif bea yang tinggi sehingga mengakibatkan harga barang tersebut kalah bersaing dengan barang-barang dalam negeri
b. Perbedaan Bahasa, Sosial Budaya/Cultural, Bahasa merupakan alat yang vital dalam perdagangan internasional. Tanpa komunikasi yang baik maka hubungan bisnis akan susah berlangsung. Perbedaan kondisi sosial budaya juga merupakan suatu masalah yang perlu di cermati dalam melakukan bisnis internasional. Misalnya pemberian warna suatu produk harus berhati-hati karena warna tertentu pada suatu negara memiliki arti yang mungkinn akan bertentangan di negara tersebut.
c. Hambatan Politik Hukum dan Perundang-Undangan, Hubungan politik yang kurang baik antar satu negara dengan negara lain akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis antara negara tersebut. Ketentuan hukum atau perundang-undang yang berlaku di negara tersebut juga akan membatasi hubungan bisnis tersebut.
d.  Hambatan Operasional, merupakan masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang di perdagangkan antara satu negara dengan negara lain. Hal ini akan menyebabkan biaya pengangkutan akan menjadi lebih mahal, sehingga berimbas terhadap harga barang yang di perdagangkan tersebut.

Perusahaan MultiNasional (PMN)

Merupakan Perusahaan yang melakukan kegiatan secara internasional melakukan operasinya di berbagai negara. Di era globalisasi yang melanda dunia dimana dalm kondisi tidak ada satu negara akan terpengaruh oleh tindakan yang dilakukan negara lain, sehingga dengan cara cepat dan dalam waktu yang bersamaan kita dapat mengetahui segala kejadian yang terjadi seluruh dunia. Seolah-olah tidak ada batas-batas antara negara yang satu dengan negara lainnya. Kebutuhan barang-barang tersebut cenderung tidak akan berbeda dengan negara lainnya. Kecenderungan yang sama ini, mendorong perusahaan untuk beroperasi secara internasional. Perusahaan tersebut akan mencari tempat pabrik untuk memproduksi barang-barang yang lebih murah untuk di pasarkan ke seluruh dunia sehingga akan lebih ekonomis dan memiliki daya saing yang tinggi. Ada banyak perusahaan multinasional di antara nya adalah : Coco Cola, Johnson & Johnson, Mitsubishi Electric, Nestle, Unilever dan sebagainya.

BAB 13 :Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis

 Universitas Gunadarma

 Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis

Benturan Dengan Kepentingan Rakyat
 Didalam menjalankan tugas produksi barang atau jasa untuk di sajikan kepada konsumen tidak jarang terjadi konflik kepentingan masyarakat umum dengan perusahaan. Konflik ini kerap kali terjadi karena perusahaan menimbulkan polusi (air limbah, udara, bahkan polusi mental kejiwaan). Di perlukan pengelolaan yang lingkungan yang baik agar masyarakat sebagai pemilik faktor produksi tidak merasa di rugikan. Para pengusaha di tuntut untuk lebih banyak memperhatikan aspek-aspek sosial dan menerapkan etika bisnis secara jujur. Konflik kepentingan bisnis dengan masyarakat akan selalu muncul dan kadang sulit untuk menyelesaikannya. Apabila konflik mencapai jalan buntu maka biasanya masyarakat menggunakan tangan pemerintah untuk menjadi penengah masalah tersebut. Hal ini yang melatarbelakangi ketentuan pemerintah untuk mewajibkan pengusaha yang akan mendirikan pabrik harus mendapatkan izin HO (Hinder Organisie) agar dapat di cegah konflik di kemudian hari. 

Klasifikasi Aspek Pendorong Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan umum dan menimbulkan ganguan lingkungan akan di anggap sebagai bisnis yang tidak etis. Dorongan pelaksanaan etika bisnis datang dari luar dan dari dalam.
 a. Dorongan Dari Pihak Luar, dari lingkungan masyarakat. Seringkali menghadapi kendala berupaya adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan dan di perhitungkan dalam untung-rugi perusahaan. Sehingga pengelolaan lingkungan dan sumbangan kepedulian kepada masyarakat sekita seringkali di abaikan.
b. Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanisme pebisnis yang melibatkan rasa, karsa, dan karya yang menjadi aspek pendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan jujur. Dengan demikian maka secara inter pelaksanaannya akan terbentur pada pertimbangan untung dan rugi yang pada umumnya mendominasi dan menjadi ciri dari suatu bisnis. Oleh karena itu mereka juga sering terdorong rasa kemanusiaannya untuk menerapkan etika bisnis yang baik dan jujur.

Dorongan Tanggung Jawab Sosial
 Klasifikasi masalah sosial yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab sosial pada sebuah bisnis salah satunya adalah pada penerapan manajemen orientasi. Problem-problem sosial seperti kebersihan kota, kesehatan, ketertiban masyarakat, lingkungan, pelestarian lingkungan alam dan sebagainnya, mendorong para pengusaha melakukan kegiatan bisnisnya seiring dengan terciptanya kondisi tersebut. Adapun masalah-masalah sosial yang mendorong suatu bisnis melakukan tanggung jawab sosial dapat di klasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu :
 a. Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan
 Pada umumnya kegiatan-kegiatan inter yang terjadi didalam perusahaan menimbulkan bentuk-bentuk hubungan kedinasan yang kaku, keras, dan otoriter. Prosedur administrasi yang panjang dan  berbelit-belit serta jenjang wewenang dan struktur organisasi sering kali menimbulkan tekanan batin bagi para pelaksana bisnis. Hal ini di sebabkan pada umumnya hubungan-hubungan di laksanakan melalui surat-surat dinas, kartu dinas, memo dinas dan sebagainya serta di barengi dengan prosedur administrasi yang sangat panjang apalagi otoriter. Hubungan kemanusiaan lalu menjadi kaku dan menimbulkan suasana kerja yang kurang manusiawi diantara mereka dalam perusahaan itu sendiri. Hubungan yang kurang manusiawi sering juga terjadi antar perusahaan dengan pihak luar yang berhubungan dengannya.

 Manfaat Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan
 Penerapan manajemen orientasi kemanusiaan akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang di antara petugas atau karyawan dalam perusahaan tersebut maupun antara perusahaan dengan pihak lain di luar perusahaan. Manfaat tersebut adalah sebagai berikut :
- Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen parsitipatif. Hal ini menyebabkan semua aspek dapat di kerjakan, di peroleh dan di awasi secara maksimal.
- Berkurannya absen karyawan yang di sebabkan  kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkann dan baik. Hubungan baik ini merupakan hal terpenting dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
- Peningkatan modal kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan meningkatkan produktivitas kerja
- Kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari pemasaran suatu perusahaan.
- Peningkatan mutu produksi yang di sebabkan oleh terbentuknya rasa pengabdian dan kebahagiaan karyawan.

 b. Ekologi dan Gerakan Pelestarian Lingkungan
 Ekologi mempelajari keseimbangan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya pada saat mendapat perhatian yang besar bagi Indonesia maupun luar negeri. Kegiatan bisnis ini sering kali menimbulkan ekologi. Misalnya hutan-hutan banyak di tebang untuk industri perkayuan, sehingga hutan menjadi gundul sehingga menyebabkan bencana alam seperti banjir dan longsor. 

c. Penghematan Energi
  Energi yang berasal dari sumber daya alam telah banyak terkuras oleh kegiatan bisnis seperti misalnya batu bara, minyak dan gas, dimana energi semacam itu tergolong energi yang tidak dapat di reproduksi lagi. Oleh karena itu, penghematan energi macam itu perlu segera di giatkan. Masalah penanganan energi ini pada umumnya dapat di kelompkkan menjadi 2 bagian yaitu, problem jangka pendek yang mencakup penghematan pemakaian energi serta konservasi sumber alam tersebut agar dapat lebih awet dan bertahan cukup lama. Problema jangka panjang yaitu penanganan energi jangka panjang yang meliputi penciptaan sumber-sumber energi alternatif/pengganti dan koordinasi antara tujuan-tujuan sosial dengan bertambahnya kebutuhan energi

d. Partisipasi pembangunan bangsa
  Penggunaan teknologi pada padat modal lebih banyak mengggunakan mesin, memang lebih efisien namun kurang membantu program pemerintah dalam hal mengatasi problem penciptaan kesempatan kerja bagi masyarakat. Kesadaran pabrik-pabrik untuk tidak menerapkan teknologi padat modal dan kemudian secara sadar menerapkan teknologi padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja adalah upaya yang perlu di giatkan. 

Etika Bisnis
 Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Seperti halnya manusia yang memiliki etika pergaulan antar manusia, maka pergaulan bisnis dengan masyarakat umum juga memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis. Etika pergaulan bisnis meliputi beberapa hal, antara lain :
 a. Hubungan antara pebisnis dengan konsumen 
 Merupakan pergaulan antara konsumen dengan produsen yang paling banyak di temui. pertemuan selalu ada untuk membahas aspek harga dan kualitas barang. 
b. Hubungan dengan Karyawan
 Bentuk hubungan ini meliputi penerimaan (rekruitment), latihan (Training), promosi, transfer maupun pemberhentian (determination). Dimana segala bentuk hubungan tersebut harus dijalankan secara jujur dan objektif.
c. Hubungan antar Bisnis
 Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan pesaingnya, dengan penyalur, dengan grosirnya, dengan pengecernya, agen tunggal bahkan distributornya.
d. Hubungan dengan Investornya
 Perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas dan yang terutama telah dan akan "go public" harus menjaga pemberian informasi yang jujur, karena informasi yang tidak jujur akan menjerumuskan infestor untuk mengambil keputusan yang keliru. 
e. Hubungan dengan Lembaga-lembaga keuangan.
   Pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial, berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. Kejujuran menjadi sangat penting di sini karena menyangkut kepentingan masyarakat umum mengenai pajak. 

Bentuk-Bentuk Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis
 Penerapan dan kepedulian sosial dari suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial bisnis.  Sejalan dengan itu dapat di lihat bahwa semakin tinggi tingkat kepedulian sosial suatu bisnis maka semakin meningkat pula pelaksanaan praktek bisnis etika masyarakat. Beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial dapat kita temui di Indoneisa adalah :
 a. Pelaksanaan Hubungan Industrialis Pancasila (HIP)
 Banyak pengusaha yang telah menyusun dan melaksanakan hubungan industri pancasila ini dalam bentuk yang sering di kenal sebagai kesempatan kerja bersama (KBB). KKB merupakan sebuah pedoman tentang hubungan antara pengusaha dengan para pekerja dan karyawan perusahaan yang biasa di tuangkan dalam sebuah buku. Dimana di atur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberapa hak karyawan adalah cuti, Tunjangan hari raya (THR) dan pakaian kerja.

b. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
  Banyak pengusaha yang pada saat ini telah melaksanakan AMDAL dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Wujud nyata dalam AMDAL ini tercermin dalam pelaksanaannya mengolah limbah industri sehingga limbah tersebut tidak mengganggu lingkungan.

c. Penerapan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
 Penerapan prinsip K3 telah banyak dilaksanakan oleh para pengusaha kita. Pengusaha yang telah memperoleh penghargaan "Zero Accident " berarti telah menjalankan proses produksinya sedemikian lama tanpa mengalami kecelakaan kerja bagi karyawannya. Dalam melaksanakan praktik K3, memerlukan banyak alat pelindung bagi para pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya baik topi pengaman, masker, maupun pakaian pekerjaan khusus dan sebagainnya.

d.  Perkebunan Inti Rakyat (PIR)
 Pelaksana program pemerintah yang berupa PIR dimana hal ini perusahaan besar yang biasanya milik negara akan menjadi motor penggerak pembangunan perusahaan masyarakat di sekitarnya yang merupakan plasma. Perusahaan masyarakat yang merupakan plasmanya akan mendukung kelancaran pemasokan bahan baku bagi perusahaan besar milik negara sehingga dengan system ini akan saling membantu antara perusahaan besar dengan perusahaan masyarakat yang umumnya kecil. Dengan demikian maka pembangunan bangsa akan berjalan secara seimbang dan menopang.

e. Sistem Bapak Angkat-Anak Angkat
 Dalam sistem ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat pengusaha kecil/menengah sebagai mitra kerja yang harus mereka bina. Terkadang hal ini dapat menjadi masalah pengusaha besar. Oleh karena itu, di butuhkan kesadaran tinggi dalam pelaksanaannya.



BAB 11 : Akutansi dan Laporan Keuangan



AKUTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

Defenisi Akutansi
 Akutansi berasal dari kata accounting yang artinya menghitung atau mempertanggung jawabkan. Akutansi digunakan pada seluruh kegiatan kegiatan bisnis diseluruh dunia untuk mengambil keputusan. Akutansi adalah suatu proses pencatatan, pengklasifikasian, peringkasan, pelaporan, penganalisian dan pengkomunikasian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk mengambil keputusan serta tujuan lainnya.

Fungsi Akutansi 
 Fungsi utama akutansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akutansi tersebut, kita dapat melihat posisi keuangan serta perubahan yang terjadi di dalam organisasi tersebut. Fungsi dasar akutansi adalah sebagai berikut :
- Menciptakan sistem akutansi
- Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan memasukkan secara singkat transaksi-transaksi perusahaan.
- Memberikan laporan/keterangan pada manajemen untuk penyusunan anggaran dan pengendalian aktiva dan pengambilan keputusan.
Untuk menyederhanakan, fungsi akutansi di bagi menjadi pihak intern perusahaan dan pihak ekstern perusahaan.
a. Pihak Intern
 Akutansi berguna untuk mencapai tujuan-tujuan berikut, yaitu :
- Perencanaan, yaitu berdasarkan ekonomi yang tepat, dapat di susun rencana kerja yang baik untuk pelaksanaan kegiatan tahap berikutnya.
- Pengendalian, yaitu : berdasarkan rencana dan penerapan sistem akutansi yang baik dapat di kontrol atau di nilai jalannya kegiatan perusahaan.
- Pertanggung jawaban, yaitu : Setelah diadakan pencatatan terhadap semua jumlah transaksi dan kejadian, pada akhir periode disusun laporan keungan untuk di sampaikan kepada pemilik atau pihak ekstern lain untuk mendapatkan penilaian.
- Pengambilan keputusan, yaitu : setelah laporan keuangan di susun pihak pimpinan/manager dalam perusahaan akan menentukan kebijakan/keputusan untuk masa yang akan datang.
- Mengetahui tingkat keberhasilan, yaitu : keberhasilan usaha yang di capai oleh suatu perusahaan dapat dilihat berdasarkan besar-kecilnya laba yang didapatkan oleh perusahaan tersebut.
b. Pihak Ekstern
 Akutansi digunakan sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan ekonomi bagi mereka yang memerlukan informasi tersebut.

Pihak-Pihak Yang Berkepentingan
 Orang-orang yang terlibat di dunia usaha, mereka sangat membutuhkan informasi yang relevan dan akurat yang di sediakan oleh akutansi, dimana akutansi sebagai kegiatan jasa yang berfungsi sebagai penyedia data kuantitatif yang di perlukan oleh pihak-pihak tersebut untuk perkembangan usahanya. Pihak yang berkepentingan tersebut, antara lain :
a. Para Pemilik dan Calon Pemilik Perusahaan
 Para pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan tersebut.
b. Para Pengelola Perusahaan
 Para pengelola perusahaan ini adalah para manager, jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan, akutansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interprestasi dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.
c.Para Pegawai/Karyawan Perusahaan
 Para pegawai/karyawan perusahaan sebenarnya sangat berkepentingan untuk mendapatkan informasi keungan perusahaan. Hal ini di hubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang penggajian ataupun bonus serta perangsang sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian karyawan terhadap perusahaan tersebut.
d. Para Investor
 Para investor yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu perusahaan, untuk pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang sia-sia.
e. Para Kreditor
 Para kreditor seperti Bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan yang akan diberikan kredit yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan, pemberian kredit.
f. Pemerintah
 Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya tersebut. Misalnya untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sumber pajak dari sektor pajak atau menentukan kebujaksanaan lain yang menentukan kebijaksanaan lain dengan memberikan fasilitas tertentu dari pemerintah.
g. Rekanan Perusahaan
 Rekanan perusahaan merupakan perusahaan-perusahaan yang di ajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek tertentu yang sifatnya bekerjasama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.

Prinsip Akutansi
 Prinsip akutansi adalah aturan pengambilan keputusan umum, yang diturunkan baik dalam tujuan maupun konsep teoritis akutansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik akutansi. Berikut berbagai macam prinsip akutansi :
- Konsep Entitas (kesatuan usaha) merupakan konsep yang paling mendasar dalam akutansi. Konsep entitas (kesatuan usaha) adalah suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri, terpisah dari prganisasi lain atau individu lainnya. Konsep ini penting dalam menilai keuangan dan menilai hasil usaha suatu organisasi atau bagian dari organisasi. Antara kesatuan usaha yang satu dengan yang lain atau dengan pemiliknya terdapat garis pemisahyang tegas. Ini berarti bahwa keuangan yang menyangkut satu kesatuan usaha tidak boleh dicampur dengan kasatuan usaha lain atau dengan pemiliknya. Tanpa konsep ini maka laporan keungan akan menjadi kacau, karena yang tercantum dalam laporan keungan suatu organisasi mungkin dimasuki kejadian-kejadian keuangan yang sebenarnya tidak berhubungan dengan organisasi tersebut.
- Prinsip Obyektifitas, Catatan dan laporan akutansi harus didasarkan pada data yang bisa dipercaya sebagai laporan yang menyajikan informasi yang tepat dan berguna. Data semacam itu harus bisa dikonfirmasi oleh pengamat yang independen. Oleh karena itu catatan akutansi harus didasarkan pada informasi yang berawal dari kegiatan yang didokumentasi dalam bentuk bukti yang obyektif.
- Prinsip Cost (Biaya). Prinsip ini menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau di peroleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya. Meskipun pembeli tahu, bahwa harga masih bisa ditawar tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat dengan harga yang sesungguhnya yang telah disepakati dalam transaksi yang tersebut.
- Prinsip Biaya Historis ( Historical cost principle). Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal, dan biaya.
-Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle) merupakan aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau equivalentnya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
- Prinsip Mempertemukan (Matching Principle) adalah yang mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini biasanya diterapkan saat kita membuat jurnal penyesuian. Dengan adanya prinsip ini, kita harus menghitung berapa besar biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan, dan berapa besar pendapatan yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan, dan berapa besarnya pendapatan yang sudah benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.
- Prinsip Konsistensi (Consistency Principle) merupakan metode-metode ataupun prosedur yang digunakan dalam proses akutansi dan diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Jika ada penggantian metode, maka selisiah yang cukup berarti terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung pada sifat dan perlakuan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.  
- Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle) menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini di perlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila laporan keuangan yang disajikan tidak lengkap, maka dapat menyesatkan para pemakainnya.

Pengertian Laporan Keuangan
 Laporan keungan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akutansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan juga diartikan sebagai ringkasan dari proses akutansi selama tahun buku yang bersangkutan yang digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan dan data aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan  terhadap data atau aktivitas perusahaan tersebut.

Isi Laporan Keuangan
 Laporan keuangan sangatlah penting bagi pihak-pihak terkait. Yang terpenting dalam laporan akutansi dari pertanggungjawaban pemilik adalah neraca (Balance Sheet) dan Laporan laba-rugi (Income statement). Laporan ini sangat penting, dan ada satu lagi laporan yang tidak kalah pentingnya yang dinamakan laporan perubahan modal ( Capital Statement) :
a. Laporan Laba/Rugi (Income Statement/Profit and Loss Statement)
 Laporan laba/rugi melaporkan pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu. Dari laporan ini kita bisa mengetahui besarnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan selama satu periode.
* Pendapatan di kelompokkan berdasarkan :
- Pendapatan operasional yaitu pendapatan yang berasal dari kegiatan bisnisnya.
- Pendapatan non operasional yaitu pendapatan yang bukan berasal dari kegiatan bisnisnya.
* Beban (biaya) di kelompokkan berdasarkan :
- Biaya operasional
- Biaya non-operasional
b. Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)
 Laporan perubahan modal menggambarkan perubahan modal pemilik yang berisikan modal awal, laba/rugi bersih, prive. Laporan ini cukup penting, sehingga pada akhir-akhir ini cenderung disajikan sebagai bagian dari laporan keuangan (Financial Statement). Seluruh penyajian laporan keuangan harus menggambarkan :
- Nama pemilik/perusahaan
- Nama dari laporan
- Tanggal atau periode
c. Neraca (Balance Sheet)
 Laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akutansi yang menunjukkan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan. Bagian aktiva neraca biasanya disusun berdasarkan urutan cepat lambatnya aktiva tersebut dikonversikan menjadi kas atau di gunakan dalam operasi.

Bentuk Neraca
 Neraca adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan posisi keuangan berupa harta, utang dan modal pada suatu perusahaan untuk satu periode akutansi tertentu.  Unsur-unsur neraca terdiri atas :
- Harta (aktiva), merupakan sumber ekonomi yang di harapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari.
- Utang (Liabilitas), merupakan tanggung jawab yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan  pada masa akan datang pada pihak lain. Liabilitas adalah kebalikan dari aset yang merupakan sesuatu yang dimiliki.
- Modal (Ekuitas), merupakan satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan atau perseorangan.
Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu :
a. Bentuk Skontro : Dalam bentuk ini, neraca di susun menjadi dua sisi sebelah-menyembelah, sisi kiri (debit) untuk mencatat harta perusahaan dan sisi kanan (kredit) untuk mencatat utang dan modal perusahaan.
b. Bentuk Staffel : Dalam bentuk ini, neraca di susun dari atas kebawah menjadi secara berurutan mulai dari harta kemudian di ikuti modal dan utang.
c. Langkah-langkah penyusunan neraca :
* Judul laporan, Menuliskan nama perusahan, nama laporan dan periode laporan di tengah atas halaman.
* Isi Laporan:
- Harta disusun berdasarkan tingkat likuiditas, artinya yang paling lancar ditulis terlebih dahulu, disusul oleh harta yang mudah di cairkan dan akhirnya data tetap.
- Utang di susun berdasarkan tanggal jatuh tempo, artinya utang yang terlebih dahulu jatuh tempo di tulis terlebih dahulu, sedangkan utang jangka panjang ditulis berikutnya.
- Modal disusun berdasarkan lama tidaknya tertanam diperusahaan, artinya modal yang paling lama  tertanam pada perusahaan di tulis paling akhir.

Laporan Laba/Rugi (Income Statement/Profit and Loss Statement)
 Laporan laba-rugi adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi hasil usaha perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha dan beban usaha untuk satu periode akutansi tertentu. Unsur-unsur laporan laba-rugi adalah penghasilan dan beban.
a. Penghasilan (income), terbagi menjadi dua macam yaitu :
* Pendapatan (Revenues), yaitu penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa dan yang dikenal dengan sebutan berbeda, seperti penjualan barang dagangan, penghasilan jasa, pendapatan bunga, pendapatan devisa, royalti dan sewa.
* Keuntungan (Gains), yaitu dafinis lain dari penghasilan yang mungkin timbul atau tidak timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang rutin.
b. Beban (Exspense), terdiri dari :
* Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasanya berbentuk arus kas keluar atau berkurangnya aktiva seperti kas persediaan, aktiva tetap, yang meliputi : harga pokok penjualan, gaji dan upah, penyusutan.
* Kerugian, yaitu definisi lain beban yang mungkin timbul atau tidak timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang jarang terjadi, seperti bencana alam, kebakaran.

Bentuk Laporan Laba/Rugi
 Laporan laporan laba-rugi dibuat dalam dua bentuk, yaitu :
* Bentuk Single Step atau langsung
 Semua pendapatan di kelompokkan tersendiri dibagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban di kelompokkan tersendiri di bagian bawah dan di jumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, maka selisih jumlah tersebut merupakan laba bersih atau rugi bersih.
* Bentuk Multiple Step atau tidak langsung
 Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan diluar usaha, demikian juga beban di bedakan menjadi beban usaha dan beban diluar usaha. Pendapatan dan beban usaha dijadikan pertama, sedangkan pendapatan dan beban diluar usaha di sajikan berikutnya.

Tujuan Laporan Keuangan
  Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu dan tidak di wajibkan menyediakan informasi nonkeuangan. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi :
- Aktiva
- Kewajiban
- Ekuitas
- Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
- Arus kas
 Informasi tersebut beserta informasi lain yang terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian yang di peroleh kas serta setara kas.


 

Senin, 05 Januari 2015

Dampak Kenaikan Bahan bakar Minyak (BBM) Terhadap Perekonomian Masyarakat

 


Dampak Kenaikan BBM Terhadap Perekonomian  Masyarakat

Latar Belakang

 Indonesia kaya akan hasil minyak buminya dan merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi. Namun, Indonesia juga merupakan salah satu negara pengimpor minyak. Akan tetapi, akibat kurangnya sumber daya manusia lumbung minyak di tanah air banyak di kelola oleh perusahaan asing. Pertamina sebagai salah satu perusahaan minyak yang di kelola BUMN hanya sebagai pajangan saja dan tidak mampu untuk mengelola semua minyak tersebut. Sehingga pemerintah berlomba - lomba memberikan izin kepada pengelola asing untuk mengelolanya. Jadi wajar saja banyak terjadi penolakan di berbagai daerah, demontrasi dan kecaman kenaikan harga BBM (bahan Bakar Minyak) wujud ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah.

  Masalah tentang kenaikan BBM  dalam negeri menyebabkan perubahan perekonomian yang sangat drastis. Kenaiakan harga BBM akan sangat berpengaruh terhadap harga barang dan jasa kebutuhan hidup masyarakat. Kenaikan harga barang dan jasa sangat berpengaruh terhadap tinggi nya inflasi di Indonesia dan dapat  mempersulit perekonomian masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap. Masalah lain yang muncul akibat kenaikan bbm adalah kekhawatiran akan terhambatnya pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Akibat naik nya harga BBM berdampak naik nya harga barang dan jasa yang terjadi akibat komponen biaya yang mengalami kenaikan sehingga kondisi perekonomian indonesia juga akan semakin turun dan mengalami masalah. Inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga bbm juga tidak bisa di hindari, karena bbm merupakan unsur vital untuk melakukan proses produksi dan pendistribusian barang dan jasa. Di sisi lain, bbm juga tidak bisa di hindari karena akan berdampak pada naiknya anggaran dan akan membebani APBN. Sehingga indonesia sangat sulit untuk mendorong dan memajukan pertumbuhan Indonesia, baik di tingkat investasi maupun pembangunan - pembangunan lain yang dapat memajukan kondisi ekonomi indonesia. Dengan naiknya tingkat inflasi sangat di perlukan kebijakan-kebijakan atau langkah-langkah demi menjaga kestabilan perekonomian Indonesia. Dalam hal ini bank sentral yakni Bank Indonesia untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat. Jumlah uang yang beredar di masyarakat sangat berhubungan dengan inflasi yang terjadi saat ini. 
 Bank Indonesia sebagai lembaga yang memiliki wewenang untuk mengatasi masalah ini, selain pemerintah bertugas untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat. Salah satu langkah untuk mengatasi masalah inflasi tersebut adalah mengatur tingkat suku bunga. Kebijakan menaikkan dan menurunkan tingkat suku bunga di kenal dengan sebutan Diskonto yang merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter.

Pembahasan 
 Negara Indonesia di kenal sebagai salah satu ladang minyak terbesar dan penghasil minyak dunia. Namun indonesia juga merupakan salah satu pengimpor minyak. Hal ini di sebabkan karena produksi minyak tiap tahun semakin berkurang, sedangkan pemakai akan konsumsi minyak terus bertambah setiap tahunnya. Selama ini pemerintah memberikan dan subsidi untuk BBM yang di ambil dari APBN, sehingga kita dapat membeli BBM dengan harga murah akibat adanya subsidi BBM tersebut. Tatapi dengan naiknya harga minyak dunia, pemerintah tidak dapat menjual harga bbm dengan murah kepada masyarakat. Agar tidak terlalu membebani APBN, pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM. Ketika kebijakan tersebut sudah di ambil, maka akan mempengaruhi beberapa aspek di dalamnya. Walaupun dampak kenaikan harga BBM tersebut sulit di hitung dalam gerakan kenaikan inflasi, tetapi dapat di rasakan dampaknya yang relatif kuat. Dampak ini muncul karena pelaku pasar terutama pedagang eceran ikut terpengaruh dengan kenaikan BBM sehingga mereka juga menaikkan harga-harga barang dagangannya. Perekonomian masyarakat Indonesia yang tergolong menengah kebawah akan merasakan dampak pengaruh yang sangat tinggi bagi hidup mereka. Dimana BBM merupakan salah satu kebutuhan utama untuk mencari mata pekerjaan mereka. Jika BBM naik maka sejumlah barang-barang kebutuhan kebutuhan pun akan meningkat. Dari sektor ekonomi masyarakat, akan berdampak menurunnya daya beli masyarakat karena kenaikan BBM maka akan di barengi dengan kenaikan tarif listrik, transportasi, dan berbagai jenis produk. Golongan masyarakat yang paling terkena akibat naiknya harga BBM adalah rakyat miskin. Misalnya dengan naiknya premium sebagai bahan bakar transportasi akan menyebabkan naiknnya tarif angkutan. Dengan kenaikan tarif angkutan tersebut maka akan mendorong kenaikan harga-harga barang yang banyak menggunakan jasa transportasi tersebut dalam distribusinya ke pasar. Demikian pula dengan naiknya harga solar akan menyebabkan naiknya harga barang/jasa yang dalam proses produksinya menggunakan solar sebagai sumber energinya. Kebijakan pemerintah dalam memberikan bantuan langsung tunai sangat membantu dan bermanfaat untuk masyarakat golongan ini. Sehingga anggaran tersebut harus mampu untuk di pergunakan dalam ekonomi mikro. Kenaikan BBM akan terus mendongkrak biaya produksi dan biaya operasional seluruh jenis barang yang menggunakan BBM sebagai salah satu input produksinya yang pada akhirnya beban produksi tersebut di alihkan ke beban produksi yang dihasilkannya. Kenaikan harga jenis BBM ini akan menyebabkan kenaikan harga di berbagai level harga, seperti barang di tingkat produsen, distributor/pedagang besar sampai  ke tangan pedagang eceran dan hingga akhirnya sampai ke tangan konsumen.
 Kenaikan harga BBM juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan, biaya pendidikan terutama pendidikan menengah atas  dan pendidikan tinggi akan semakin meningkat. Jangkauan masyarakat ekonomi menengah kebawah akan sangat kesulitan untuk melanjutkan pendidikan karena terbatasnya pendapatan dan harga yang semakin tidak terjangkau. Kebijakan pemerintah terhadap golongan menengah ke bawah dengan memberikan dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sudah sangat bermanfaat karena dapat mengurangi beban biaya bagi masyarakat yang kurang mampu.
  Masalah lain yang timbul akibat kenaikan BBM adalah kehawatiran akan terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Ini terjadi karena dampak kenaikan barang dan jasa yang terjadi akibat komponen biaya mengalami kenaikan, sehingga daya beli masyarakat menurun.
 Sektor kesehatan akan terkena dampak kenaikan bbm, dimana biaya kesehatan yang meningkat menyebabkan jangkauan layanan kesehatan menjadi semakin sulit. Ekonomi masyarakat yang rendah biasanya berhubungan dengan kondisi lingkungan yang tidak sehat.Meninkatnya jumlah penyakit akibat pendapatan yang tidak sesuai dengan pengeluaran. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah selain hanya memberikan jaminan kesehatan masyarakat juga pembinaan kesehatan kepada masyarakat. Peranan puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat harus di kembalikan peranan utamanya dalam upaya pencegahan penyakit. Meningkatkan palayanan posyandu dalam membina masyarakat dan mendeteksi secara dini tumbuh kembang anak.

Kesimpulan 
  Naiknya harga BBM akan sangat berdampak bagi masyarakat. Dampak yang sangat signifikan akan terjadi pada tingkat inflasi dan pada kondisi perekonomian nasional. Jumlah uang yang beredar dalam  masyarakat akan bertambah dan akan berdampak pada berbagai jenis barang dan jasa. pada sisi lain, kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga bbm sudah sangat positif, karena dapat meningkatkan infrastruktur, perekonomian rakyat, penjamin kesehatan, pendidikan rakyat. Inilah yang menjadi tugas penting bagi pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia, melalui pengawasan - pengawasan yang ketat terhadap oknum-oknum yang di pilih rakyat untuk duduk di kursi pemerintahan. Akan tetapi, hal ini bisa menjadi negative akibat minimnya informasi masyarakat terkait tujuan pemerintah mengenai kenaikan harga bbm ini. Hal ini akan menjadi kerusuhan dan kekacauan di lingkungan sosial, politik bahkan dari dunia pendidikan akan terpengaruh terkait kebijakan tersebut. Dalam mengatasi kanaikan bbm pemerintah pasti mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka sebagian besar masyarakat harus mendukung penuh terhadap rencana-rencana yang di lakukan pemerintah.

Jumat, 19 Desember 2014

BAB 12 : Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan

 


Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan

 Merupakan teknik untuk mengetahui keadaan kas suatu perusahaan apakah kas perusahaan tersebut sehat atau tidaknya kas pada perusahaan baik di masa ini maupun di masa yang akan datang.
Sumber penerimaan kas antara lain :
- Penjualan investasi jangka panjang
- Penerimaan modal
- Penjualan tunai
- Kredit dari bank, dll.

Sumber Pengeluaran Kas antara lain :
- Pembelian saham
- Pembayaran hutang
- Pembelian surat beharga
- Bayar pajak, dll

Keungan Perusahaan
 Merupakan lembaga yang menyalurkan fungsi utama menyalurkan dana kepada mereka yang kekurangan dana. Tujuan utam keuangan perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan sambil mengelola perusahaan keuangan resiko. Meskipun pada dasarnya berbeda dari pembiayaan manajerial yang mempelajari keputusan keuangan dari semua perusahaan, bukan perusahaan sendiri,. Konsep utama mempelajari keuangan perusahaan berlaku untuk masalah keuangan dari segala jenis perusahaan.
 Jenis - Jenis Perusahaan Keuangan
a. Bank Komersial, yaitu lembaga simpanan yang mempunyai asset utama berupa pinjaman dan kewajiban utama yaitu tabungan.
b. Thrifts yaitu lembaga simpanan dalam bentuk tabungan atau pinjaman, savings bank, kredit union.
c. Perusahaan Asuransi, yaitu lembaga keuangan yang menjaga individu dan perusahaan dari kejadian yang buruk yang menimpanya.
d. Perusahaan Sekuritas dan Bank Investasi, yaitu merupakan lembaga keuangan yang menjaga sekuritas dan terlibat dalam kegiatan sehubungan dengan broker surat beharga, jual beli surat dan menghasilkan pasar dimana surat beharga di perdagangkan.
e. Perusahaan Pembiayaan, merupakan lembaga penghubung keuangan yang memberikan pinjaman kepada individu maupun perusahaan.
f. Reksa Dana, yaitu lembaga keuangan yang mana merencanakan simpanan dimana dana milik partisipasian mengakumulasi tabungan selama tahun bekerja mereka di ambil selama tahun pensiun mereka.
 Keungan Perusahaan di bagi menjadi :
a. Devestasi
 Investasi merupakan pengurangan beberapa jenis aset baik dalam bentuk finasial maupun barang, ataupun dapat pula disebut penjualan dari bisnis yang dimiliki oleh perusahaan.
b. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam pasar modal Indonesia adalah hak yang di peroleh pemegang saham yang namanya telah terdaftar dalam daftar dalam suatu perseroan terbatas untuk menerima penawaran terlebih dahulu apabila perusahaan sedang menjalani proses emisi atau pengeluaran saham-saham dari saham portopel atau saham simpanan. Hak tersebut diberikan dalam jangka waktu 14 hari terhitung sejak tanggal penawaran dilakukan dan jumlah yang berhak diambil seimbang dengan jumlah saham yang mereka miliki secara proporsional.
c. Kebangkrutan
 Kebangkrutan adalah ketidakmampuan yang dinyatakan legal oleh individu atau organisasi, dimana perusahaan tersebut tidak dapat membiayai perusahaan tersebut ataupun kehabisan kas sehingga menjual aset yang dimiliki untuk menutupi biaya yang timbul.
 
Estimasi Penjualan
 Merupakan ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu perusahaan. Penyusunan laporan keuangan apabila di sajikan dengan benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak manajemen perusahaan dalam rangka mengembangkan usaha yang di lakukan. Apabila perencanaan keuangan di lakukan dengan tepat waktu maka pihak manajemen mampu untuk berusaha secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang di tetapkan.
 Untuk menyusun peramalan keungan menggunakan metode regresi linear dan model-model yang terkomputerisasi,. Analisis regresi merupakan metode yang lebih umum digunakan untuk meramalkan kebutuhan-kebutuhan keuangan yang tidak mudah terkena perangkap potensial dan metode prosentase penjualan.

Estimasi Produksi
 Estimasi produksi merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh atau mengelola bahan baku sampai menjadi barang jadi dan siap di pasarkan.

Estimasi Pembelian Bahan Langsung
 Merupakan pembelian barang secara langsung, baik berupa langsung maupun sistem online. Estimasi ini sangat menguntungkan bagi penjual dan pembeli karena penjual bisa memasarkan barang dagangannya secara online dan si pembeli juga dapat lebih menguntungkan dan menghemat waktu maupun tenaga.

Estimasi Pemakaian Bahan Langsung
Merupakan barang yang langsung bisa digunakan tanpa melalui proses terlebih dahulu, atau barang yang baru dibeli bisa langsung dipakai atau digunakan. Contohnya pakaian, kendaraan dan lain sebagainya. Biaya pemakaian bahan baku hanya memuat kuantitas bahan baku yang diperlukan. Untuk menghitung biaya bahan baku yang dibutuhkan diperlukan data harga setiap jenis bahan baku yang digunakan dalam proses produksi tersebut.

Upah Langsung
Merupakan upah yang diberikan oleh atasan atau managernya secara langsung kepada para karyawannya setelah mereka melakukan apa yang menjadi kewajiban mereka sebagai pekerja dalam sebuah perusahaan, dan biasanya upah langsung diberikan berupa uang tunai.


Estimasi Beban Fabrikasi
Merupakan estimasi yang menjelaskan mengenai beban pabrikasi.

Estimasi Harga Poko Penjualan
Merupakan harga yang sudah mutlak atau harga pokok barang yang dijual tanpa bisa mengalami perubahan. Harga ini sudah mutlak diberikan penjual kepada si pembeli agar tidak terjadi negosiasi dalam penjualan tersebut. Ringkasan dari anggaran produksi dengan memperhatikan tingkat persedian akhir, sehingga di perlukan data :
- Data yang telah dihitung dalam anggaran produksi, anggaran bahan langsung, anggaran overhead dan anggaran tenaga langsung.
- Keakuratan datanya dipengaruhi data dalam anggaran yang lain.

Estimasi Beban Penjualan
Merupakan beban yang ditanggung penjual karena terdapat beberapa faktor yang membuat perusahaan atau penjual menanggung beban oleh pihak-pihak tertentu, misalnya : beban pajak, kerusakan barang-barang, keterlambatan pengiriman dan lain sebagainya yang membuat penjual mengalami kerugian.

Estimasi Beban Administrasi
Beban administrasi perusahaan yang fokus dari kepentingan politik saat ini. Badan penelitian Eim estimasi total biaya administrasi disektor pekerjaan sementara. Penyebab utama dari ukuran biaya administrasi disektor pekerjaan sementara adalah :
- Tingginya jumlah pekerja pekerjaan sementara dan tingginya laju perubahan pada pekerja pekerjaan sementara (rata-rata tahunan 1,3 juta pendaftaran, 1,1 juta penempatan dan 15,6 juta pembayaran remunerasi).
- Perubahan undang-undang banyak dan perubahan kecil yang menghadapi sektor pekerjaan sementara   
- Penerapan sistem pembayaran remunerasi mingguan (bukan bulanan atau per 4 minggu) yang melekat pada penggunaan pekerja flex.

Estimasi Laba-Rugi
 Estimasi laba-rugi adalah laporan keungan suatu perusahaan yang menunjukkan keuntungan ataupun kerugian yang dialami perusahaan tersebut. Semua laporan keuangan di tunjukkan pada estimasi ini, karena dengan estimasi ini, perusahaan dapat mengetahui apakah mendapatkan keuntungaan ataupun kerugian. Laba-rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, meliputi :
- Laba merupakan kenaikan modal yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari pendapatan operasional perusahaan
- Rugi merupakan penurunan modal saham yang diakibatkan dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode tertentu.

Estimasi Kas
 Estimasi kas adalah laporan keungan yang menunjukkan berapa uang yang dimiliki oleh perusahaan itu, karena dengan adanya kas perusahaan dapat mengetahui berapa jumlah kas yang ada. Setiap perusahaan dalam menjalankan operasi usahanya akan mengalami arus kas masuk (cash inflows) dan arus keluar (cash outflows). Apabila arus kas yang masuk lebih besar dari arus kas yang keluar maka hal ini akan menunjukkan positive cash flow, dan sebaliknya apabila arus kas masuk lebih sedikit daripada arus kas keluar maka arus kas yang terjadi akan negative cash flow. Laporan arus kas yang tercakup dalam laporan tahunan, memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan arus kas keluar serta setara kas. Tujuan dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas serta setara kas yang berasal dari aktifitas operasi, investasi, dan pendanaan dari suatu entitas selama suatu periode.
Kegunaannya :
- Menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, kemampuan membayar deviden, dan kebutuhan untuk pendanaan eksternal.
- Menilai pengaruh transaksi investasi dan pendanaan baik kas maupun non kas penyajian laporan kas.
- Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas bersih masa depan.
- Menilai alasan perbedaan antara laba bersih dibandingkan penerimaan serta pengeluaran kas yang berkaitan.


   

Rabu, 17 Desember 2014

Perkembangan Pariwisata terhadap perekonomian



Perkembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian

Pendahuluan

  Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau  atau sering di sebut juga sebagai negara maritim, menyadari pentingnya sektor pariwisata terhadap perekonomian Indonesia di karenakan pertumbuhan pariwisata di indonesia sangat tinggi. Pada hakekatnya, sektor pariwisata sangat dekat dengan sektor ekonomi karena tujuan pengembangan pariwisata menyangkut kesejahteraan masyarakat di objek wisata, bukan hanya sekedar kepuasan wisatawannya, yang meliputi peningkatan pertumbuhan ekonomi penduduk sekitar, pelestarian dan perlindungan alam dan budaya serta pembangunan antara masyarakat dan kawasannya.  Di era globalisasi ini, pariwisata merupakan bisnis industri terkuat dalam pembiayaan ekonomi global. Pengembangan sektor pariwisata yang telah di lakukan pemerintah dan swasta harus di lebih  tingkatkan pelayanannya agar dapat menarik lebih banyak wisatawan. Pada dasarnya kunjungan wisatawan akan berinteraksi dengan masyarakat di sekitar tempat wisata tersebut dan merangsang tanggapan masyarakat sekitar sesuai dengan kemampan mereka beradaptasi baik di bidang perekonomian, kemasyarakatan maupun kebudayaan mereka. 


Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Ekonomi Pariwisata Indonesia

 Berkembangnya sektor pariwisata juga dapat mendorong pemerintah untuk menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung yang lebih baik, seperti penyediaan air bersih, listrik, telekomunikasi, transportasi dan fasilitas pendukung lainnya untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan wisatawan dan juga masyarakat lokal sebagai tuan rumah. Pembangunan infrastruktur pariwisata dapat dilakukan secara mandiri ataupun mengundang pihak swasta nasional bahkan investor asing untuk pembangunan yang berskala besar seperti pembangunan bandara internasional untuk transportasi wisatawan asing datang ke daerah tersebut dan sebagainya. Perbaikan dan pembangunan infrastruktur juga akan di nikmati oleh penduduk lokal dalam menjalankan aktifitas bisnisnya, serta masyarakat lokal akan mendapatkan dampak positif lainnya dari pembangunan pariwisata di daerahnya.


Peranan Pariwisata dalam perkembangan Ekonomi

  Pariwisata merupakan sektor yang dapat meningkatkan perekonomian. Pariwisata memberikan peranan tidak hanya pada perekonomian namun juga di bidang lainnya, seperti :

 a. Peranan pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia, antara lain :
- Terbukanya lapangan pekerjaan
- Mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan sehingga mengurangi angka kejahatan
- Meningkatkan pendapatan daerah dan devisa negara
-  Meningkatkan pendapatan/penghasilan masyarakat
- Menciptakan spesialisasi keahlian di bidang kepariwisataan
-  Mendorong untuk melakukan inovasi dan kompetisi.
b. Selain meningkatkan perekonomian, pariwaisata juga berperan dalam membentuk kepribadian suatu bangsa, yaitu :
- Mendorong kebudayaan daerah agar lebih di lestarikan
- Mendorong kebudayaan nasional untuk terus berkembang, yang memungkinkan memperkaya peradaban manusia
- Terpelihara sejarah dan kebudayaan bangsa, yang di harapkan memupuk kesadaran masyarakat terhadap tanggung jawabnya.
c. Pariwisata memiliki peranan untuk menjaga dan memilihara keutuhann NKRI, antara lain :
- Lingkungan menjadi lebih terpelihara
- Dengan adanya beragam acara/kegiatan pariwisata di berbagai daerah dapat menjadi suatu pertahanan teritorrial yang strategis. Dengan terpeliharanya lokasi kepastian batas wilayah dapat di awasi.

 Dampak Pariwisata Terhadap Perekonomian

Dampak Positif
  Sektor pariwisata menyebabkan perekonomian penduduk semakin sejahtera. Pengalaman di beberapa negara bahwa kedatangan wisatawan ke sebuah tempat wisata juga menyebabkan bertumbuhnya bisnis valuta asing untuk memberikan pelayanan dan kemudahan bagi wisatawan selama mereka berwisata. Pada bebarapa negara yang mengembangkan sektor pariwisata secara internasional berkontribusi nyata dalam menciptakan peluang kerja, penciptaan usaha-usaha terkait pariwisata seperti usaha akomodasi, bar, restoran, hotel dan kerajinan seni souvenir. Sektor pariwisata juga menyumbang pendapat bagi pemerintah melalui pajak yang berlaku seperti pajak pendapatan, pajak bea cukai dan lain sebagainnya. Berkembangnya sektor pariwisata mendorong pemerintah lokal untuk menyediakan fasilitas yang lebih baik lagi seperti penyediaan air bersih, transportasi, listrik, komunikasi dan fasilitas lainnya yang mendukung sektor pariwisata tersebut.

Dampak Negatif
 Sektor pariwisata ternyata tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga memberikan dampak negatif. Tanpa di sadari ternyata pembangunan sektor pariwisata yang berstandar Internasional dapat menjadi beban biaya bagi pemerintah dan akibatnya cenderung akan di bebankan pada sektor pajak untuk membangun sektor tersebut sehingga pungutan pajak terhadap masyarakat akan mengalami kenaikan juga. Pembangunan sektor pariwisata juga berhubungan dengan meningkatnya harga sewa rumah, harga tanah, dan harga-harga property lainnya sehingga sangat di mungkinkan masyarakat tidak mampu membelinya dan cenderung akan tergusur ke daerah pinggiran yang harganya masih bisa di jangkau. Di dalam pariwisata juga di kenal musim-musim tertentu, seperti musim ramai di mana kedatangan wisatawan akan mengalami puncaknya, kondisi ini akan berdampak meningkatnya pendapatan bisnis pariwisata. Sedangkan pada musim sepi (low Season) di mana kondisi ini rata-rata tingkat hunian kamar tidak sesuai dengan yang di harapkan sehingga berdampak menurunnya pendapatan bisnis pariwisata. Pada kondisi musim sepi (low season) akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja, sehingga banyak yang kehilangan pekerjaannya. Kedatangan wisatawan yang di kelola oleh biro perjalanan juga berdampak negatif bagi masyarakat lokal. contohnya mereka menggunakan maskapai penerbangan milik perusahaan mereka sendiri, menginap di sebuah hotel milik negara mereka sendiri, serta berwisata dengan armada perusahaan mereka sendiri sehingga masyarakat lokal tidak memperoleh manfaat ekonomi yang lebih optimal.

Kesimpulan :

 Negara Indonesia di kenal sebagai negara kepulauan atau di sebut juga negara maritim. Negara Indonesia mempunyai banyak daerah-daerah yang indah  dan menarik untuk di kunjungi. Sektor pariwisata sangat berpengaruh pada perekonomian di Indonesia, dikarenakan pertumbuhan pariwisata sangat tinggi. Pertumbuhan pariwisata harus didukung oleh pemerintah pusat  serta masyarakat lokal agar dapat menarik wisatawan lebih banyak lagi. Pemerintah berperan aktif dalam memberikan fasilitas-falitas pendukung untuk menunjang pertumbuhan pariwisata. Di daerah pariwisata masyarakat di tuntut untuk menerapakan Sapta Pesona agar para wisatawan tidak akan bosan ataupun jenuh akibat pelayanan yang di berikan. Sektor pariwisata juga mempunyai dampak negatif dan positif dalam perkembangannya sehingga perlu di waspadai.







Senin, 08 Desember 2014

Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Dunia Kerja


                                           

Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Dunia Kerja

 Pendidikan merupakan bagian terpenting dalam proses pembangunan nasional, selain itu pendidikan juga merupakan penentu ekonomi suatu negara. Tidak mengherankan bahwa negara-negara di dunia dengan cepat menanggapi tentang pentingnya investasi manusia sebagai prioritas utama investasi non fisik. Dengan jumlah angkatan kerja yang cukup besar, arus migrasi yang terus mengalir, serta dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini, membuat permasalahan tenaga kerja menjadi sangat besar. Pengangguran tidak terlepas dari persoalan dunia pendidikan yang tidak mampu menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas sesuai tuntutan pasar. Sehingga tenaga kerja terdidik kita kalah bersaing dengan tenaga kerja asing. Fenomena inilah yang di hadapi oleh bangsa kita di mana para tenaga kerja terdidik banyak yang menganggur walaupun sebenarnya mereka menyandang gelar. Salah satu kelemahan sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. Saat ini sistem pendidikan kita terlalu menekankan teori bukan praktek. Pendidikan sering kali di sampaikan secara monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. Rendahnya kualitas tenaga kerja terdidik kita juga adalah karena kita terlalu sering melihat pada gelar tanpa secara serius membenahi kualitas dari kemampuan di bidang yang kita tekuni.

Tingkat pendidikan
  Pengertian pendidikan menurut Undang undang nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional adalah sebagai berikut "Pendidikan adalah untuk menyiapkan usaha sadar peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan untuk masa yang akan datang". Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang ingin di capai oleh kegiatan pendidikan. Adalah suatu yang wajar jika pendidikan itu harus di mulai dengan tujuan, yang di asumsikan sebagai nilai. Peranan pendidikan juga sangat berpengaruh terhadap sumber daya manusia. Berikut beberapa peranan pendidikan :
a. Pendidikanlah yang berperan membangun manusia yang akan melaksanakan transformasi sosial ekonomi yang sesuai dengan tujuan bangsa agar tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri menuju masyarakat yang adil dan makmur, sebab pembangunan memerlukan keterampilan - keterampilan untuk menguasai teknologi yang maju.
b. Pendidikan besar sekali peranan nya dalam pembangunan sumber daya manusia, yaitu membina manusia menjadi tenaga yang produktif.
c. Dengan perantara pendidiklah dapat di laksanakan perubahan sosial budaya, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan, penyesuaian sikap yang mendukung pembangunan, penguasaan berbagai keterampilan dalam penggunaan berbagai teknologi maju untuk mempercepat proses pembangunan.
d. Pendidikan yang berperan untuk memberikan perawatan yang baik terhadap tenaga kerja yang mengisi pembangunan mengenai kesahatannya, peningkatan kemampuannya, disiplin kerja, pengetahuan dan keterampilan-keterampilannya yang di perlukan latihan.
e. Pendidikan lah yang mampu memberikan sumbangan terhadap manusia agar manusia dapat mempertimbangkan dimensi sumber daya manusia dan pengembangan lapangan kerja.

 Tujuan dasar pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan upaya pemenuhan manusia siap pakai seperti halnya beberapa kritik yang muncul saat ini, khususnya masalah pengangguran terdidik yang cenderung menyalahkan dunia pendidikan sebagai penyebabnya. Kecenderungan ini makin meningkatnya pula angka pengangguran tenaga kerja terdidik daripada bertambahnya tenaga kerja yang mempunyai produktivitas sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Selain itu meningkatnya pengangguran tenaga kerja terdidik telah menjadikan suatu masalah yang serius.
 Kemungkinan ini di sebabkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan akan semakin tinggi pula aspirasi untuk mendapatkan kesempatan kerja yang lebih sesuai. Namun demikain, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran tenaga kerja terdidik. Menurut beberapa ahli mengatakan bahwa pengangguran tenaga kerja terdidik di sebabkan oleh tiga alasan penting, yaitu :
a. Adanya perbedaan antara persediaan dan kesempatan kerja.
b. Terlalu kuatnya pengaruh modal manusia terhadap cara berfikir masyarakat yang menyebabkan timbulnya sikap yang seolah-olah menganggap bahwa pendidikan sekolah sebagai lembaga yang secara langsung mempesiapkan tenaga kerja yang mampu dan terampil bekerja.
c. Program pendidikan yang telah di atur dengan besarnya peranan menengah dan pendidikan profesional jenjang penddikan tinggi.Sementara peran pendidikan swasta dan dunia usaha masih terlalu kecil.
 Pengangguran tenaga kerja terdidik hanya terjadi selama lulusan mengalami masa tunggu yang dikenal sebagai pengangguran friksional. Lama masa tunggu itu juga bervariasi menurut tingkat pendidikan. Terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi pendidikan angkatan kerja semakin lama menunggunya. Secara makro, pengangguran tenaga kerja terdidik merupakan suatu pemborosan. Apabila di kaitkan dengan opportunity cost yang di korbankan oleh negara akibat dari menganggurnya angkatan kerja terdidik terutama yang berpendidikan tingi. Namun dalam pandangan mikro, menganggur mempunyai tingkat utilitas yang lebih tinggi daripada menerima tawaran kerja yang tidak sesuai dengan aspirasinya. Sedangkan jika dilihat dari segi ekonomis, pengangguran tenaga kerja terdidik mempunyai dampak ekonomis yang lebih besar daripada pengangguran tenaga kerja yang kurang terdidik. Lapangan pekerjaan merupakan indikator keberhasilan penyelenggara pendidikan maka menyebarnya isu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencanaan di negara-negara berkembang pada umumnya, khususnya Indonesia.    

Hubungan Antara Tingkat pendidikan dengan Pertumbuhan Ekonomi

 Tidak ada satupun negara yang mencapai perkembangan ekonomi yang berkelanjutan tanpa investasi modal manusia secara substansial. Pendidikan memperkaya pemahaman manusia dan manfaat sosial yang lebih luas, baik untuk individu maupun masyarakat. Pendidikan meningkatkan produktivitas dan kreativitas tenaga kerja serta meningkatkan kewirausahaan dan kemajuan teknologi. Bahkan, pendidikan memainkan peran yang penting dalm menyelamatkan kemajuan sosial dan ekonomi serta meningkatkan distribusi pendapatan. Pendidikan memainkan peranan utama dalam membentuk kemampuan sebuah negara berkembang untuk menciptakan pengetahuan baru, menyerap teknologi modern, melahirkan tenaga - tenaga ahli serta mengembangkan kapasitas agar terciptanya pertumbuhan serta pembangunan yang berkelanjutan. Teori yang berkaitan dengan pendidikan dan pertumbuhan ekonomi adalah teori modal manusia. Dalam teori ini menyebutkan bahwa pendidikan memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Perkembangan pengetahuan seseorang yang tingkat pendidikan nya lebih tinggi, dan lamanya menempuh pendidikan akan memiliki pekerjaan dan upah yang lebih baik di bandingkan dengan pendidikan yang lebih rendah. Apabila upah pekerja mencerminkan produktivitas, maka semakin banyak penduduk yang memiliki pendidikan tinggi, maka semakin tinggi produktivitas dan ekonomi nasional akan bertumbuh dengan baik. Teori yang menempatkan modal manusia sebagai faktor kunci dan di anggap sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi adalah teori pertumbuhan endogen, dimana teori berpandangan bahwa sumner-sumber pertumbuhan adalah peningkatan akumulasi modal dalam arti yang luas. Dampak investasi fisik dan kualitas sumber daya manusia serta investasi dan teknologi, biasanya tidak sepenuhnya di tangkap oleh investor. Hal ini berarti kegiatan investasi yang di lakukan akan menyebabkan spill over sektor lain. Adapun stock pengetahuan maupun ide-ide baru dalam perekonomian mendorong munculnya motivasi yang dapat di wujudkan dalam kegiatan inovatif yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas.

Kesimpulan :
 Dunia pendidikan berperan aktif dalam pertumbuhan perekonomian suatu negara. Pendidikan meningkatkan produktivitas dan kreativitas tenaga kerja serta meningkatkan kewirausahaan dan teknologi. Di dalam dunia kerja, pada umumnya pendidikan tinggi sangat di butuhkan untuk menunjang kemajuan sebuah perusahaan. Namun, pendidikan tinggi juga tidak menjamin seseorang untuk mendapatakan pekerjaan yang di inginkannya. Keahlian /skill juga sangat di butuhkan di dunia kerja, terutama bagi orang-orang yang berpendidikan rendah yang mencari pekerjaan. Sekolah sebagai tempat menimba ilmu, di tuntut untuk menciptakan generasi - generasi yang lebih produktif untuk mengembangkan keahlian nya.